Saturday, 11 February 2012

Pendaratan Pertama di Bulan (PALSU)


Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 4 SD ketika mengetahui bahwa Amerika bisa mendaratkan orang di Bulan. Waktu pertama liat foto-fotonya, saya berkhayal bisa seperti Armstrong dan Aldrin. Tapi kini.....

Banyak penjelasan tentang HOAX ini. Lebih dari 40 tahun sudah berlalu, dan sekarang teknologi sudah semakin canggih, masa gk bisa ke Bulan sekali lagi?? (jaman HP belum ada kalian bisa). Berikut ini analisa foto-foto pendaratan Apollo 11 di Bulan. Foto-foto ini dikeluarkan oleh NASA dan sepenuhnya hak milik mereka. Langsung cekidot ke TeKaPe...

Teori konspirasi pendaratan bulan


Teori konspirasi pendaratan bulan atau sering disebut teori hoax bulan terbaik merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia tidak pernah mendarat di bulan. NASA dengan cerdik membuat foto dan rekaman pendaratan di bulan di sebuah studio di Nevada. 

Pada tahun 1974, Bill Kaysing menerbitkan sebuah buku berjudul We Never Went to the Moon : America's Thirty Billion Dollar Swindle. Isinya mengatakan bahwa Amerika telah memalsukan pendaratan di bulan. Hasil investigasinya didasarkan pada kejanggalan yang ada pada rekaman dan foto-foto yang dirilis oleh NASA. Sejak itu, teori konspirasi pendaratan bulan lahir. Setelah itu buku-buku atau situs yang membela pendaratan di bulan juga bermunculan. Namun, pembelaan itu tidak pernah dibahas sebanyak teori konspirasi.

Beberapa orang yang sangat terkemuka dalam meyuarakan hoax theory ini setelah Bill Kaysing adalah Ralph Rene penulis NASA Mooned America, David Peary dan Mary Bennett, co-author dari Dark Moon: Apollo and the Whistle Blowers dan yang paling terbaru adalah Bart Sibrel produser dari A Funny Thing Happened on the Way to the Moon. Mereka adalah orang-orang amerika sendiri yang lantang menyuarakan Moon Landing as the great hoax of the century berdasarkan bukti dari foto-foto Apollo dan rekaman video serta kesaksian-kesaksian dari mereka yang terlibat dalam ‘project’ ini. 

Astronot Buzz Aldrin dan Neil Armstrong dalam pelatihan NASA
dari tiruan Bulan dan modul pendaratan.
Teori konspirasi mengatakan bahwa
film dengan misi dibuat menggunakan set mirip dengan tiruan saat pelatihan.

Radiasi sabuk Van Allen

Untuk mencapai bulan, para astronot harus melintasi sabuk radiasi Van Allen yang hampir tidak mungkin dilakukan. Sabuk itu terdiri dari partikel dan radiasi kosmik yang tertangkap oleh medan magnetik bumi. Tidak akan mungkin melintasi sabuk radiasi itu. Seseorang dapat mengalami sakit apabila mendapat dosis 100-200 rem dan kematian pada dosis di atas 300 rem.

Pesawat ruang angkasa Apollo memerlukan dinding setebal 2 meter untuk menghindari radiasi kosmik yang dapat membakar astronot di dalamnya. Dan juga perlindungan yang sama diperlukan untuk semua alat yang di gunakan seperti film dan kamera. Pernyataan resmi NASA mengatakan bahwa mereka telah ‘melapis’ kamera dengan sejenis chat almunium.

Tidak Akan Ada Gambar Yang Diambil Dari Bulan Karna Film Akan Meleleh Pada Temperatur 250°

Astronot Apollo pada saat itu menggunakan sebuah film transparansi khusus yang dibuat oleh Eastman Kodak dibawah kontrak NASA. Layer dari emulsi foto sensitif ini diletakan dalam ESTAR yang terbuat dari polister, yang biasanya di gunakan dalam pembuatan film bergerak. Titik leleh ESTAR adalah 490° F, namun penyusutan dan distorsi dapat terjadi pada temperatur 200° F dan film ini tidak pernah diuji dalam temperature seperti ini. Situasi di bulan yang tanpa udara sangat berbeda dengan situasi oven di dapur kita. Tanpa konveksi dan koduksi, maka panas dapat tersebar karna radiasi.

Bintang-bintang di angkasa

Pada foto-foto pendaratan di bulan, tidak terlihat adanya bintang-bintang di langit yang menunjukkan bahwa foto tersebut palsu. Foto itu menunjukkan langit bulan yang tampak sangat gelap. Anehnya dalam kegelapan itu tidak ada satupun bintang yang tampak. Bandingkan dengan di Bumi.

 

Bayangan yang mengarah ke arah yang berbeda-beda

Pada beberapa foto pendaratan di bulan menunjukkan arah bayangan yang tidak seragam. Ini menunjukkan adanya lebih dari satu sumber pencahayaan seperti di sebuah studio. Matahari adalah satu-satunya sumber cahaya di bulan. Gambar yang diambil dibumi ini merupakan contoh bahwa perspektif dapat menyebabkan bayangan yang tidak parallel. Panjang bayangan berbeda karena sumber cahaya yang berbeda. 


Percy mengatakan bahwa beda permukaan bulan saat foto ini diambil bukanlah alasan mengapa terdapat dua bayangan yang berbeda ukuran. Karena tempat dimana Apollo 11 berada adalah rata.


Jikalau NASA memalsukannya dengan membuat rekaman di studio yang memiliki lebih dari satu sumber cahaya (lampu studio), maka bayangan satu objek akan muncul lebih dari satu.

Edwin Aldrin pada saat menginjakkan kaki di bulan pada misi Apollo 11


Coba lihat, bayangan Astronout ke arah kanan, bayangan bendera kea rah kiri, lihat juga di bawah dan di atas ada bayangan yang berbeda lagi arahnya.

Jejak kaki Edwin Aldrin


 

Edwin Aldrin meninggalkan jejak kaki yang begitu sempurna seakan-akan permukaan bulan memiliki debu tanah yang bercampur air. Apabila permukaan bulan kering, bagaimana mungkin jejak itu terbentuk begitu sempurna, apalagi gravitasi bulan hanya 1/6 bumi. Bahkan manusia seberat 200 kg pun tidak akan dapat meninggalkan jejak seperti itu. 

 

Jejak kaki itu terlalu jelas. Jika Anda menjejakkan kaki pada permukaan sangat kering seperti di Bulan maka tidak mungkin sejelas itu. Jejak kaki yang tampak di foto tersebut bisa tercipta pada permukaan yang agak basah. Untuk perbandingan coba injakkan sepatu Anda pada permukaan pasir yang kering dan yang agak basah. Artinya ini foto PALSU pendaratan di Bulan.

Bendera yang berkibar

Fakta menunjukan bahwa tidak ada angin di bulan. Namun pada sebuah foto, benderanya dapat berkibar.   Hahaha... Hanya diperlukan otak yang kecil untuk menganalisa foto ini. Katanya di bulan gak ada udara, tapi koq benderanya berkibar. Trus koq benderanya kaku begitu ya? Jangan-jangan hehhe

 

Foto pertama menunjukkan tangan Aldrin sedang memberi hormat terhadap bendera Amerika (terlihat ujung jarinya menyembul sedikit di depan helmnya). Foto ke 2 menunjukan tangan Aldrin telah diturunkan. Sembulan di depan helm sudah tidak terlihat lagi. Gambar ke 3 hasil gabungan dua foto, terlihat Aldrin dan arah pemotretan berubah namun posisi bendera dan kerutannya sama. Itu artinya bendera tidak berkibar. 

Kawah yang diakibatkan oleh Wahana NASA

Nah yang ini sepertinya kebohongan NASA berikutnya. Coba lihat di bawah Eagle. Seharusnya ada kawah atau setidaknya kawah kecillah bekas pendaratan di situ. Mengapa tidak ada? Apalagi permukaan yang tampak dalam foto adalah permukaan yang berdebu. 

Apollo 16 Lunar Module ketika di Bulan
Lunar Lander dapat mengeluarkan tenaga hingga 10.000 pound pada saat pendaratan dan keberangkatan. Namun, tidak ada kawah yang tercipta di bulan. Padahal tenaga sebesar itu akan cukup untuk membuat sebuah lubang, seperti helikopter yang mendarat di padang pasir.

 

Latar Belakang yang sama

Terdapat dua klip yang menunjukkan dua bukit sama persis. Padahal NASA mengatakan bahwa dua klip itu diambil di dua lokasi yang berbeda.

 

Batu dengan huruf "C" di atasnya

Foto dari misi Apollo 16 menunjukkan sebuah batu dengan huruf "C" di atasnya yang menyimbolkan tanda properti studio. Perhatikan huruf R.


Jika kita melihat batu yang diberi label R akan terlihat sebuah huruf ‘C’ terpahat diatas batu. Apakah ada yang lupa mindahin? 

Hasil close-up

Objek yang seharusnya terlihat gelap

Pada beberapa foto, seperti seorang astronot yang turun dari Lunar Lander, harusnya astronot itu tidak terlihat sama sekali karena tertutup oleh Lunar Lander, namun foto tesebut malah menunjukkan detail yang luar biasa jelas.

foto Buzz Aldrin melangkah keluar dari modul lunar


Perhatikan baik-baik foto Bang Aldrin yang menjejakkan kaki di tangga Eagle (nama wahana yang dipakai mendarat di bulan). Dia berada dalam bayangan gelap Eagle, karena cahaya berasal dari depan Bang Aldrin seharusnya ia tidak kelihatan dengan jelas disitu karena terhalang oleh bayangan Eagle. Nyatanya ia tampak sangat jelas disitu. Artinya ada sumber cahaya lain yang menyorot dia, padahal seharusnya di bulan hanya ada satu sumber cahaya yaitu matahari. Kesimpulannya foto ini tidak dipotret di bulan tapi di studio foto.

Mana Fotografernya

 

Waktu itu di bulan ceritanya mereka cuma berdua. Tapi di kaca helm tidak kelihatan kalau yang satunya memegang kamera. Menurut Phil Plait pemilik blog Bad Astronomy, orang di foto tersebut mengambil fotonya sendiri, ditandai dengan lengannya yang menjulur ke depan. Mari kita sorot keseluruhannya.


Nyatanya si astronot tidak memegang kamera. Perhatikan area B ada bayangan yang terpancar pada baju angkasa bang Aldrin. Sekali lagi, jika matahari adalah satu-satunya sumber cahaya di bulan, maka bayangan ini harusnya menjadi lebih gelap. Lihat daerah D secara jelas kita dapat melihat satu bentuk struktur terpantul dari helm Aldrin, ga tau apa itu, tapi itu ada di sana.

Tidak Ada Peninggalan

Menurut Plait, ketika Armstrong dan Aldrin meninggalkan Bulan, mereka meninggalkan bendera Amerika, Seismometer, dan instrument lainnya. Senarusnya dengan teleskop Huble, benda-benda tadi dapat terlihat dari Bumi, bahkan bisa kelihatan sebesar rumah. Tapi tidak terlihat satupun dari bumi.


Cahaya Asing

 

Nah yang ini Fotografer pasti tahu. Ada cahaya aneh dalam foto di atas. Perhatikan bentuk pentagonal yang gembung, dan dua berkas cahaya bulat putih di sebelah kiri yang hanya merupakan suar lensa. 


Cahaya asing terlihat di nomor 7.

Setiap Foto Yang Ditampilkan Dibuat Dengan Sangat Sempurna, Terfokus, dan di Ekspos. 

Kenyataanya Astronot menggunakan kamera tanpa viewfinders dan tanpa pengatur cahaya. Artinya adalah, astronot tidak dapat mengambil gambar yang begitu sempurnanya. Jadi jawaban yang sangat jelas adalah mereka tidak pernah mengambil foto di bulan.

Suara

Kita tidak akan mendengar suara mesin pada saat pendaratan di bulan pada saat astronot membuat percakapan mengenai jarak tersisa ke permukaan. Hal lain adalah kenyataan bahwa ketika astronot Apollo memberikan jawaban secara instant tanpa delay. Ini tampaknya aneh karena dengan teknologi tahun 1990an pun masih terdapat delay satelit yang menghubungkan inggris dan amerika. Ada delay sekitar 0.7 detik dari London ke California.

Ada beberapa bukti bahwa bila manusia berada di ruang angkasa maka akan terjadi perubahan suara sehingga perlu di analisa terlebih dahulu untuk mendapatkan suara normal, dan 7/10 orang mengatakan suara terdengar seperti seseorang yang sedang membaca script.


Mengapa Mereka Memalsukan Itu

Uni Soviet telah membuat kemajuan lebih awal untuk lomba menuju Bulan. Uni Soviet telah meluncurkan manusia pertama ke ruang angkasa pada tahun 1961 dan 1963 dan juga merupakan manusia-manusia pertama yang mengorbit bumi.

Bersama dengan itu pemerintah amerika harus membuat sebuah catatan lain sesuai dengan janji Presiden Kennedy yang menyatakan bahwa amerika akan mendaratkan manusia di bulan pada akhir era 1960an. Banyak orang yakin bahwa NASA akan menyatakan ketidakmungkinan membawa manusia ke Bulan dengan teknologi yang tesedia saat itu.

Kemenangan atas Uni Soviet akan memberikan keuntungan untuk proyek ruang angkasa America.

Beberapa motif yang bisa saja melatar belakangi amerika membiayai proyek Apollo adalah:
  • Pengalih Perhatian. Pemerintah amerika menggunakan aktifitas bulan ini untuk membawa perhatian dunia dari keterlibatan amerika pada perang Vietnam.
  • Daya Tarik Perang Dingin. Pemerintah amerika menyadari pentingnya memenangkan perlombaan ke Bulan dengan USSR. Pergi ke Bulan, jika hal ini mungkin, akan jadi sangat beresiko dan mahal. Maka akan lebih mudah untuk memalsukan pendaratan ini untuk mendapat kesuksesan.
  • Uang. NASA mengumpulkan dana sekitar $30 trilyun untuk berpura-pura pergi ke bulan. Ini di gunakan untuk membayar begitu banyak orang, untuk menyediakan semua yang dibutuhkan. Fariasi dari teori ini, industri ruang angkasa di kategorikan sebagai politik ekonomi, seperti industri militer yang menyediakan ladang subur untuk berkembang.
  • Resiko. Ketersediaan teknologi pada saat itu adalah kesempatan untuk mengetahui bahwa pendaratan bulan mungkin saja berhasil jika benar-benar di coba. Soviet, sebagai competitor program Bulan dengan kemampuan ekonomi, militer dan politik menjadi pesaing terdekat amerika, dapat dibayangkan bagaimana seandainnya amerika gagal mendarat dibulan. Sebagai pemenang amerika berharap untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas di mata dunia sebagai Negara terdepan dalam teknologi.

Lihat juga vidio2 berikut...!







6 comments:

  1. kelakuan amerika...
    emang dah,tukang boong...

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. yups,
      makasi atas kunjungan agan... ;)

      Delete
  3. nice info gan ★★★★★

    ReplyDelete
  4. share ya gaan

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
One Piece Logo One Piece Logo Blacy Smiley - Exciting